ARTIKEL

Karang gigi



    KARANG GIGI                            &n...

Pencabutan Gigi Anak



    Pencabutan Gigi Anak                           &...

Penanggulangan Karies Rampan Pada Anak



    Penanggulangan Karies Rampan Pada Anak                        &...

4 Masalah Gigi Anak dan Cara Mengatasinya



    4 Masalah Gigi Anak Dan Cara Mengatasinya                      &n...

Fissure Sealant



    Fissure Sealant untuk mencegah lubang Gigi                       &nb...

FLUOR



    Penggunaan Fluor Sebagai Pencegahan Kerusakan Gigi Anak Sejak Dini                   ...

Menjaga Kesehatan Gigi Anak



  Kesehatan Gigi Anak                     &n...

Penyebab Susunan Gigi Yang Tidak Rata



Geligi dengan susunannya dalam rahang tidak normal dan bila gigi rahang atas dan bawah bertemu dengan susunan yang tidak sesuai disebut MALOKUSI. Keadaan ini menyebabkan : 1. Peng...

Menyikat Gigi



MENYIKAT GIGI           Jika anda merasa gigi anda bersih, lalu tetesi dengan disclosing solution. Apa yang kita lihat ?...   ...

Perlukah Merawat Gigi Susu ?



PERLUKAH MERAWAT GIGI SUSU ? Oleh : drg. Stella Listyani Karies atau gigi berlubang adalah penyakit gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Menurut penelitian ya...

 
 
KARANG GIGI
 

 

                                                                                                                                                         Oleh : Stella Listyani, drg.

Pernahkah anda melihat karang gigi? Ya..gambar di atas adalah salah satu gambar karang gigi.

 

Apa itu karang gigi?

     Karang gigi merupakan suatu lapisan keras berwarna putih, kuning atau hijau  yang menempel pada permukaan gigi. Karang gigi atau biasa disebut kalkulus adalah deposit plak yang termineralisasi, kemudian mengeras dan menempel pada gigi ( F.J Harty dan R. Ogston)

     Komposisi karang gigi bervariasi sesuai dengan lama deposit, posisinya di dalam mulut bahkan lokasi geografis dari individu. Karang gigi terdiri dari 80% massa anorganik, air dan matriks organic (protein dan karbohidrat), sel-sel epitel deskuamasi, bakteri filament gram positif , kokus dan leukosit. Massa anorganik terutama terdiri dari fosfat,kalsium dalam bentuk hidroksiapatit, brushite dan fosfat oktakalsium. Selain itu juga terdapat sejumlah kecil kalsium karbonat , magnesium, fosfat dan flourida (Manson, 1993)

 

Bagaimana bisa terbentuk karang gigi?

     Pada permukaan gigi yang telah disikat, akan terbentuk suatu lapisan bening dan tipis yang disebut pelikel. Pelikel belum mengandung bakteri. Jika sudah mengandung bakteri akan terbentuk plak. Plak adalah kumpulan sisa makanan, bakteri, protein dan air ludah. Biasa dapat ditemukan di permukaan gigi, gusi atau lidah. Plak terbentuk setiap saat dan akan hilang jika kita menggosok gigi. Untuk mendeteksi plak bisa digunakan cairan berwarna merah yang disebut disclosing solution.

 

 

     Jika plak lama dibiarkan, akan terbemtuk kalsifikasi palk yang mengeras dan menjadi karang gigi.Mineralisasi plak mulai di 24-72 jam dan membutuhkan waktu 12 hari untuk matang dan menjadi karang gigi. Jika karang gigi dibiarkan menumpuk, karang gigi dapat mengikis tulang penyangga gigi dan membuat gigi menjadi goyang bahkan bisa lepas sendiri.

     Karang gigi biasanya berkaitan erat dengan halitosis (bau mulut) , gusi yang terasa gatal, gusi berdarah dan yang paling parah adalah gigi bisa terlepas dengan sendirinya. Selain itu, bakteri yang terkandung dalam karang gigi dapat menginfeksi jaringan penyangga gigi dan dapat menyebar ke seluruh tubuh. Bakteri dapat masuk ke aliran darah dan dapat menyebar ke organ lain seperti jantung. Keadaan seperti ini yang biasa disebut fokal infeksi.

 
 
 

Bagaimana terapi untuk karang gigi?

     Karang gigi hanya bisa dibersihkan oleh dokter gigi. Tidak seperti plak gigi yang bisa hilang dengan menyikat gigi, karang gigi hanya bisa dihilangkan dengan menggunakan alat manual ataupun elektrik yang biasa disebut ultrasonic scaler. Kegiatan pembersihan karang gigi ini biasa disebut scaling.

     Scaling biasanya dilakukan minimal 6 bulan sekali. Untuk kasus yang berat, scaling boleh dilakukan 3 bulan sekali.  Inilah pentingnya memeriksakan gigi rutin dan teratur 6 bulan sekali.  Dalam melakukan prosedur scaling mungkin akan muncul pemdarahan. Hal ini dianggap wajar karena saat gusi dipenuhi karang gigi, gusi akan membengkak, sehingga ketika dilakukan pembersihan akan timbul pendarahan yang tidak akan berlangsung lama. Selain itu, kadang-kandang suka muncul sensasi gigi ngilu atau gigi yang goyang. Hal ini disebabkan karena  sebelum perawatan gusi dan gigi sudah tertutup karang gigi dan pada saat dibersihkan, gigi dan gusi butuh penyesuaian. Biasanya gusi akan beradaptasi dan regenerasi kembali.

 

Bagaimana Cara Mencegah Terbentuknya Karang Gigi?

  1. Menyikat gigi secara teratur ( minimal 2 kali sehari ) dengan gerakan yang optimal.
  2. Menggunakan dental floss atau benang gigi untuk menghilangkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi
  3. Menggunakan obat kumur yang mengandung klorheksidin untuk menghambat pertumbuhan bakteri
  4. Kontrol ke dokter gigi 6 bulan sekali.

Jadi.. masih mau memelihara karang gigi??? Jangan donk… Mencegah lebih baik daripada mengobati kan?

 
 
 
 
 
 
 
 

Copyright © YKGAI.com.