ARTIKEL

Karang gigi



    KARANG GIGI                            &n...

Pencabutan Gigi Anak



    Pencabutan Gigi Anak                           &...

Penanggulangan Karies Rampan Pada Anak



    Penanggulangan Karies Rampan Pada Anak                        &...

4 Masalah Gigi Anak dan Cara Mengatasinya



    4 Masalah Gigi Anak Dan Cara Mengatasinya                      &n...

Fissure Sealant



    Fissure Sealant untuk mencegah lubang Gigi                       &nb...

FLUOR



    Penggunaan Fluor Sebagai Pencegahan Kerusakan Gigi Anak Sejak Dini                   ...

Menjaga Kesehatan Gigi Anak



  Kesehatan Gigi Anak                     &n...

Penyebab Susunan Gigi Yang Tidak Rata



Geligi dengan susunannya dalam rahang tidak normal dan bila gigi rahang atas dan bawah bertemu dengan susunan yang tidak sesuai disebut MALOKUSI. Keadaan ini menyebabkan : 1. Peng...

Menyikat Gigi



MENYIKAT GIGI           Jika anda merasa gigi anda bersih, lalu tetesi dengan disclosing solution. Apa yang kita lihat ?...   ...

Perlukah Merawat Gigi Susu ?



PERLUKAH MERAWAT GIGI SUSU ? Oleh : drg. Stella Listyani Karies atau gigi berlubang adalah penyakit gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Menurut penelitian ya...

 
 

Penggunaan Fluor Sebagai Pencegahan Kerusakan Gigi Anak Sejak Dini

 

 

 

                                                                                                                                       Oleh : Audryn Karma, drg

     Saat ini kesehatan gigi dan mulut telah mengalami banyak peningkatan namun prevalensi terjadinya karies gigi (gigi berlubang) pada anak masih tetap menjadi masalah yang banyak ditemukan di klinik.

     Mulailah berkonsultasi tentang kesehatan gigi dan mulut anak anda ke dokter gigi. Anda dapat berkonsultasi tentang cara merawat dan membersihkan gigi yang baik dan benar serta bagaimana mencegah gigi berlubang. Hal ini penting karena gigi susu berperan pada tumbuh kembang anak dan perkembangan gigi permanennya kelak.

                                                                               Memberikan edukasi kesehatan gigi

     Didalam kedokteran gigi anak terdapat beberapa cara untuk melakukan tindakan pencegahan primer untuk menghindari gigi berlubang atau timbulnya suatu penyakit, antara lain :

  • Modifikasi kebiasaan anak (misalnya mengajarkan anak rajin menyikat gigi sebelum tidur, melatih anak melepaskan ketergantungan pada dot atau botol susu, dsb)
  • Memberikan pendidikan kesehatan gigi
  • Menjaga kebersihan mulut
  • Menghindari makanan yang lengket dan manis (diet gula)
  • Perlindungan terhadap gigi (penggunaan fluor)

     Penggunaan fluor dapat dibagi menjadi dua, yaitu secara sistemik dan lokal. Penggunaan secara sistemik bisa berupa tablet, obat tetes, dan fluoridasi air minum. Sedangkan secara lokal dapat berupa topikal aplikasi dalam bentuk larutan/gel, penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor, dan obat kumur.

 

     Peranan dan Mekanisme Fluor

     Tujuan penggunaan fluor adalah untuk melindungi gigi dari karies, fluor bekerja dengan cara menghambat metabolisme bakteri plak. Penggunaan fluor yang tinggi menyebabkan pembentukkan kalsium flourida. Pada reaksi tersebut terjadi pertukaran langsung antara ion fluor dengan ion hidroksi sehinggamenghasilkan email gigi yang lebih tahan asam dan dapat menghambat proses kerusakan email (demineralisasi).

Penggunaan Fluor sebagai Bahan Topikal Aplikasi
 Penggunaan fluor secara topikal untuk gigi yang sudah erupsi, dilakukan dengan beberapa cara (Yanti, 2002):
1. Topikal aplikasi yang mengandung fluor
2. Menyikat gigi dengan pasta yang mengandung fluor
3. Kumur-kumur dengan larutan yang mengandung fluor

1.Topikal Aplikasi

     Topikal Aplikasi Fluor merupakan perawatan gigi pada anak dengan pengulasan zat yang mengandung fluor pada seluruh permukaan gigi anak untuk mencegah terjadinya lubang gigi. Perawatan ini nyaman buat anak karena tidak sakit, tidak mengiritasi gusi dan tidak menyebabkan pewarnaan baik pada gigi maupun gusi. Bahkan sekarang ini topikal aplikasi tersedia dengan rasa buah-buahan yang disukai anak.

     Perawatan ini dianjurkan setelah gigi sulung anak tumbuh lengkap. Gigi susu tumbuh lengkap biasanya pada usia 2,5-3 tahun. Kemudian dilakukan perawatan setiap 6 bln sekali selama masa pertumbuhan gigi anak - anak sampai usia 12 tahun ( gigi tetap sudah hampir tumbuh semua ).

     Teknik pengulasan yang digunakan ialah :

  • Melakukan tindakan profilaksis (pembersihan) pada seluruh gigi
  • Mengisolasi daerah (gigi) yang akan diulaskan dan dikeringkan
  • Ulasi dengan kuas atau bisa menggunakan sendok cetak yang telah diisi dengan bahan topikal fluor berbentuk gel selama 3-5 menit
  • Tidak makan dan minum selama 30 menit setelah pengulasan
  • Cara ini dilakukan setahun sekali, tetapi lebih baik bila setiap 6 bulan sekali

                     Pemberian Topikal                                                        FluorFluor Gel                   

 

                          

                                                             Sendok cetak dengan berbagai ukuran

 

2. Pasta gigi fluor

     Untuk melakukan aplikasi fluor dalam dosis kecil dapat dilakukan dengan menambahkan fluor dalam pasta gigi. Penyikatan gigi 2 kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluor terbukti dapat menurunkan karies (Angela, 2005).
Kebanyakan pasta gigi yang kini terdapat di pasaran mengandung kira-kira 1 mg F/g (1 gram setara dengan 12 mm pasta gigi pada sikat gigi). Dengan penggunaan pasta gigi berfluor dapat mengurangi karies gigi sebesar 25-39%.
 
3. Obat kumur yang mengandung fluor

     Obat kumur yang mengandung fluor dapat menurunkan karies sebanyak 20-50%. Penggunaan obat kumur disarankan unutk anak yang beresiko karies tinggi. Berkumur fluor diindikasikan untuk anak yang berumur diatas 6 tahun karena telah mampu berkumur dengan baik dan orang dewasa yang mudah terserang karies, serta bagi pasien-pasien yang memakai alat ortho (Kidd dan Bechal, 1991).

 

                                                                             Obat Kumur dengan Fluor

 

Penggunaan Fluor secara sistemik

     Pemberian fluor kepada anak secara sistemik dapat dilakukan sebelum dan sesudah erupsi gigi.
Fluoride sistemik ini meliputi fluoridasi air minum dan melalui pemberian makanan tambahan fluoride yang berbentuk tablet, tetes, tablet isap atau dari asupan makanan.
  1. Fluoridasi air minum (pemberian fluor dalam air minum)

     Pemberian fluor pada air minum selama periode pembentukkan gigi akan memberikan efek pada gigi yang belum erupsi dan mampu menurunkan kerusakan gigi permanen berupa karies mahkota dan akar pada usia 20-44 tahun sampai dengan 40% (Harris dan Christen, 1995).

Selain dapat mencegah karies, fluor juga mempunyai efek samping yang tidak baik yang disebut mottled enamel dan bila fluor yang masuk dalam tubuh terlalu banyak, dapat menyebabkan gigi jadi rusak (Zelyya P.R.D, 2003).

 

                                                                Mottled enamel gigi-gigi kelihatan kecoklat-coklatan,
                                                                               berbintik-bintik permukaannya.

 

2. Fluor alami dalam makanan

     Flour yang terdapat dalam makanan sama dengan fluor yang terdapat dalam air minum, tetapi hanya meliputi sebagian kecil pemasukkan fluor setiap harinya. Makanan seperti daging, telur, susu. Kandungan fluor yang cukup tinggi terdapat pada ikan dan yang tertinggi terdapat pada teh.

 

3. Pemberian fluor dalam bentuk tablet

    Pemberian tablet fluor disarankan pada anak yang beresiko karies tinggi dengan air minum yang tidak mempunyai konsentrasi fluor yang optimal. Tablet yang diberikan kepada anak-anak tersedia dalam berbagai macam rasa dan warna agar dapat mudah diterima oleh anak, sekaligus untuk mengurangi dan menghindari efek bahaya dan overdosis, dapat juga ditambahkan dengan vitamin terutama vitamin C.

 

SUMBER :

Angela, A. 2005. Pencegahan Primer Pada Anak Yang Berisiko Karies Tinggi. Maj.Ked. Gigi. (Dent. J.), Vol. 38. No. 3.
 
Cameron, Angus.C. 2008. Handbook of Pediatric Dentistry. Canberra : Mosby El Sevier.
 
Herdiyati, Yetty dan S.S, Inne. 2010. Penggunaan Fluor Dalam Kedokteran Gigi. Bandung : Universitas Padjadjaran.
 
http://en.wikipedia.org/wiki/Fluoride_therapy#Indications for fluoride therapy (diakses 6 Februari 2016).
 

Copyright © YKGAI.com.